Mengenal Bioritme

Bioritme adalah kondisi internal (bion) fisik, emosi, dan intelektual diri anda yang sejak lahir akan terus mengalami perubahan secara teratur (ritme)  menurut perhitungan masing-masing kondisi yang berbeda-beda.

Teoritisnya begini, bagi orang yang berkecimpung  dalam ilmu psikologi atau ilmu jiwa dikenal istilah efek pendulum. Efek pendulum yaitu naik turunnya keadaan jiwa seseorang atau pasang surutnya semua keadaan dalam alam ini. Hari ini  kita seakan-akan berada di atas mega, optimis, senang, gembira, dan hari berikutnya kita berayun kembali dalam keadan tanpa semangat, sedih, nasib jelek.


Turun-naiknya kondisi internal (bion) selalu mengikuti irama waktu (keteraturan) tertentu sesuai dengan kaidah alam.

Hasil riset para ahli psikologi dalam kurun waktu  20 tahun membuktikan bahwa kondisi internal fisik, emosi, dan intelektual seseorang akan mengalami fungsi sinusoidal yang diawali sejak manusia terlahir ke dunia.
Penelitian itu pula menyebutkan bahwa sejak awal manusia terlahir ke dunia, ia telah dikaruniai kondisi fisik, emosi, dan intelektual. Kondisi pertama kali kita terlahir kedunia, dalam biritme diberi dengan nilai/ukuran nol.

Seiring dengan bergulirnya waktu dan  manusia mengalami pertambahan usia, ada hakikat tersembunyi yang mengiringi perubahan-perubahan dalam diri manusia. Akan tetapi perubahan yang terjadi dalam diri manusia itu sifatnya teratur, kontinyu dan mengikuti fungsi sinusoidal serta keteraturan tertentu, layaknya roda yang terus berputar (ada kalanya di atas, dan ada kalanya di bawah), atau gerakan planet yang beredar tanpa jemu mengelilingi matahari. Tiap-tiap kondisi (hakekat yang tersembunyi) tersebut  akan mengalami ritme masing-masing. Hakekat yang tersembunyi itu tiada lain adalah kondisi fisik, emosi, dan intelektual.

Freud, seorang psikoanalisis, menyebutkan bahwa bayi yang baru lahir akan memiliki aspek biologis, yaitu aspek original di dalam kepribadian. Aspek tersebut akan berkembang menjadi aspek psikologis, lalu aspek sosiologis seiring dengan bertambahnya usia.

Fakta-fakta di atas hanya menunjukkan bahwa manusia pada galibnya memiliki naluri alamiah sejak dia terlahir yang diejawantahkan dengan kondisi fisik, emosi, dan intelektual. Fakta yang menunjukkan tentang keteraturan tersebut hanya untuk memperkuat tentang teori bioritme. Akhirnya kita boleh memilih untuk percaya atau tidak.

Intinya begini, kondisi bioritme seseorang (kondisi fisik, emosi dan intelektual) memiliki perubahan yang berbeda-beda seiring dengan perubahan waktu. Para ahli menemukan bahwa berdasarkan start kelahiran manusia, hukum tentang bioritme tersebut berlaku terhadap manusia, sehingga perhitungan untuk menentukan kondisi bioritme tersebut berdasarkan angka kelahiran.


Saat ini, untuk menentukan kondisi bioritme sudah banyak yang membuatkan softwarenya, silahkan anda bisa mengunduh software tersebut di sini.