Kanker darah (leukemia) degan sarang semut

Khasiat sarang semut bisa untuk menumpas leukemia. Berikut artikel yang cukup lengkap tentang leukemia dan bagaimana sarang semut bisa menyembuhkan penyakit yang menakutkan ini. Saya posting ini mengingat anak sahabat saya yang meninggal karena mengalami leukimia. Untuk obat herbal leukimia, anda juga bisa baca-baca tulisan lainnya di blog ini, di sini.

Sekilas Kanker Darah (Leukemia)

Kanker darah (Leukemia) merupakan neoplasma ganas sel darah putih (Leukosit) yang ditandai dengan bertambah banyaknya sel darah putih abnormal dalam aliran darah. Sel-sel tersebut tersebut berinfiltrasi secara progresif ke dalam jaringan tubuh, terutama pada sumsum tulang.
Akibatnya, sumsum tulang rusak dan kehilangan fungsinya untuk membuat sel darah merah dan sel darah putih normal serta platelets. Sebagai akibat kekurangan sel darah merah, maka akan terjadi anemia. Jika kekurangan sel darah putih yang normal, maka dapat mengakibatkan penurunan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, kurangnya produksi platelets dapat mengakibatkan perdarahan yang parah.

Klasifikasi dan Gejala Leukemia

Pada dasarnya, ada 4 tipe leukemia yaitu leukemia limfositik akut, leukemia limfositik kronis, leukemia mielositik akut, dan leukemia mielositik kronis. Leukemia pada tahap kronis dapat berlanjut pada tahap akut. Pada tahap akut, biasanya pasien tidak akan bertahan lama dan dapat meninggal dalam hitungan minggu bahkan hari. Sedangkan pada tahap kronis, pasien memiliki harapan hidup yang lebih lama (bisa mencapai 1 tahun atau lebih).

1. Leukemia Limfositik Akut

Lebih sering terjadi pada anak-anak. Penyebabnya belum diketahui secara pasti tetapi ada beberapa faktor yang kemungkinan menjadi faktor pendorongnya yakni faktor genetik dan faktor imunologik serta ketidaktahanan pada radiasi dan beberapa zat kimia. Gejala yang timbul pada leukemia limfositik akut:
  1. Perdarahan seperti mimisan, perdarahan gusi, dan mudah mengalami memar
  2. Adanya bintik merah dan cokelat tua, anemia, dan berat badan menurun
  3. Badan terasa lemah disertai denyut jantung yang cepat
  4. Sakit pada tulang atau lambung
  5. Wajah pucat

2. Leukemia Limfositik Kronis

Biasanya terjadi pada orang dewasa dengan usia antara 45-60 tahun. Ditandai dengan tidak terkontrolnya penyebaran limfosit yang kecil dan abnormal dalam jaringan limfoid, darah, dan sumsum tulang. Tipe leukemia ini merupakan tipe yang paling ringan dan perkembangannya lamban serta bersifat jinak. Faktor genetis memegang peranan penting dalam tipe ini. Gejala yang timbul pada leukemia limfositik kronis:
  1. Anemia, selalu merasa lelah, dan demam
  2. Pembesaran kelenjar getah bening
  3. Sangat rentan terhadap infeksi
  4. Penurunan berat badan
  5. Tulang menjadi sakit
  6. Pembengkakan pada hati dan limpa
  7. Sesak nafas, jantung berdebar, dan perdarahan

3. Leukemia Mielositik Akut

Leukemia tipe ini, disebabkan sel mielosit normal berkembang menjadi granulosit (sel darah putih yang mengandung granula) dan berubah menjadi ganas dan akan segera berinfiltrasi ke dalam jaringan tubuh, terutama sumsum tulang yang berperan penting dalam pembentukan sel darah normal. Akibatnya, sumsum tulang menjadi rusak dan kehilangan fungsinya dalam pembentukan sel darah normal.

4. Leukemia Mielositik Kronis

Leukemia tipe ini disebut juga leukemia granulositik kronis. Pada kondisi ini, granulosit (sel darah putih yang mengandung granula) mengalami pembelahan secara abnormal pada sumsum tulang dan di dalam jaringan tubuh. Pada fase kronis, terjadi peningkatan jumlah granulosit, anemia, berat badan menurun, demam, dan pembesaran limpa.

Obat Kanker Darah (Leukemia)

Pengobatan kanker darah (Leukemia) secara medis dilakukan dengan kemoterapi. Masalahnya, obat sitostatika yang digunakan tidak hanya memberantas sel kanker. Sel-sel darah normal yang diproduksi dalam sumsum tulang turut terberantas sehingga pasien mengalami kondisi yang sangat rawan terhadap infeksi, perdarahan, maupun masalah kesehatan yang umum.

Karena ingin menghindari efek samping dari kemoterapi, banyak orang telah beralih pada pengobatan kanker alternatif yang alami. Tanaman herbal telah banyak dimanfaatkan sebagai pengobatan kanker alternatif yang terbukti mujarab. Salah satu herbal yang paling banyak diminati saat ini untuk membantu pengobatan kanker adalah Sarang Semut. Tanaman ini telah tersiar kemasyurannya dalam menyembuhkan berbagai jenis kanker,  termasuk kanker darah atau Leukemia. Apa yang menjadikannnya populer sebagai obat kanker?

Dr. M. Ahkan Subroto,
Ahli Peneliti Utama dari Pusat Bioteknologi LIPI, mengungkapkan bahwa dengan limpahnya kandungan berbagai senyawa aktif penting seperti flavonoid, tanin, polifenol dan berbagai mineral yang berguna sebagai anti-oksidan dan anti-kanker, maka Sarang Semut sangat tepat digunakan sebagai obat kanker dan tumor. Kemampuan Sarang Semut secara empiris sebagai obat kanker dan tumor diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoidnya. Ada beberapa mekanisme kerja dari flavonoid dalam melawan tumor dan kanker, misalnya inaktivasi karsinogen, antiproliferasi (menghambat proses perbanyakan sel abnormal pada kanker), penghambatan siklus sel, induksi apoptosis dan diferensiasi, inhibisi angiogenesis, dan pembalikan resistensi multi-obat atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut.

Selain itu, Sarang Semut juga mengandung tokoferol. Tokoferol mirip vitamin E yang berefek antioksidan efektif. Menurut Prof Dr Elin Yulinah Sukandar, Guru Besar Farmasi ITB, kandungan tokoferol itu cukup tinggi. Tokoferol berfungsi sebagai antioksidan dan antikanker serta menangkal serangan radikal bebas dengan cara antidegeneratif. Maka, kandungan senyawa ini juga merupakan salah satu senyawa yang memegang peranan penting sebagai antikanker. Penelitian menunjukkan bahwa alfa-tokoferol pada konsentrasi 12 ppm telah mampu meredam radikal bebas hingga 96%. Sedangkan Sarang Semut kaya akan antioksidan tokoferol, sampai sekitar 313 ppm.

Sejak diperkenalkan 6 tahun yang lalu sebagai tanaman obat, pengguna Sarang Semut kini semakin bertambah, tidak terbatas di Papua dan Indonesia, tetapi juga digunakan di beberapa negara lain, seperti Singapura, Malaysia, Jerman, dan Belanda. Umumnya, pengguna Sarang Semut melaporkan bahwa mereka sudah dapat merasakan hasilnya setelah 1-2 bulan penggunaan saja.

http://www.deherba.com/obat-kanker-darah.html