Mewaspadai Computer Vision Syndrome

DEWASA ini pengunaan komputer nyaris tak dapat dihindarkan dari seluruh sendi kehidupan manusia, baik dikarenakan tuntutan pekerjaan kantor ataupun keperluan tugas belajar di sekolah dan di bangku kuliah.

Di rumah pun Si Buyung dan Si Upik tak mau ketinggalan zaman. Komputer kini telah menjadi teman yang sangat mengasyikan bagi kanak-kanak, bahkan terkadang seluruh waktunya banyak dihabiskan untuk memelototi layar monitor ketika bermain dengan berbagai aplikasi permainan komputer. Sedikit sekali yang menyadari bahwa dibalik seringnya menggunakan komputer menjadikan orang rentan terserang sindrom gangguan penglihatan yang ngetrend disebut Computer Vision Syndrome (CVS).


Persatuan dokter mata Amerika mendefinisikan CVS sebagai kumpulan gejala okuler (mata) maupun non okuler, yang timbul selama atau setelah bekerja di depan monitor komputer. Mekanisme terjadinya CVS diduga merupakan akibat gabungan dari faktor permukaan mata, akomodasi, karakteristik komputer, juga oleh faktor eksternal (seperti pencahayaan dan tata ruang).

Mata sebagai indra penglihatan berperanan penting dalam mengenal dunia luar serta menyerap selaksa ilmu pengetahuan. Maka agar mata tetap ”awetî tanpa kaca mata, siapapun perlu mewaspadai secara dini dampak negatif pengaruh komputer yang kini telah mewabah dalam kehidupan manusia.
Merah

Computer Vision Syndrome atau CVS, sebenarnya hanyalah serangkaian gejala sindrom penglihatan karena pengaruh seringnya menatap layar monitor komputer sehingga mata menjadi tidak nyaman, kabur dan menganggu aktivitas. Sindrom penglihatan ini dapat dirasakan apabila sedikitnya 2 jam per hari bekerja di depan layar monitor komputer dan muncul gejala berikut :

  • Mata merah, pedih dan gatal
  • Obyek pandangan sering nampak tidak fokus, kabur atau terlihat ganda (kembar)
  • Kepala terasa pusing di bagian dahi terutama pada sore hari
  • Leher, bahu dan punggung terasa kaku, pegal dan ngilu
  • Konsentrasi berpikir mengalami penurunan

Munculnya gejala gangguan penglihatan semacam itu dapat disebabkan karena kebiasaan yang salah ketika bermain atau bekerja dengan komputer dalam bentuk sebagai berikut :

1. Terlalu lama menatap, melirik dan jarang berkedip.

Kegiatan mengedipkan atau memejamkan mata sesaat, sesungguhnya akan memberikan manfaat membasahi bola mata agar tetap lembab sehingga tidak mengalami kekeringan karena adanya penguapan air atau evaporasi pada bola mata. Mata yang kering akan terlihat memerah dan terasa pedih serta gatal. Di samping itu bekerja dengan komputer membuat mata sering melirik berulangkali di antara teks bacaan, papan ketik atau keyboard serta layar monitor. Seringnya bekerja memelototi layar monitor membuat bagian belakang kornea mata yang berfungsi menangkap obyek penglihatan akan berkontraksi secara cepat sehingga otot dan saraf mata bekerja lebih keras dan pada gilirannya dapat menjadi tegang dan lelah yang menimbulkan rasa sakit kepala.

2. Kekuatan cahaya dan warna yang kontras.

Kuatnya pancaran cahaya layar monitor memaksa retina untuk menyesuaikan diri dan bekerja lebih keras dalam mengatur masuknya cahaya ke mata, sehingga mata menjadi cepat lelah. Kelelahan akan semakin mudah terasa apabila tidak didukung dengan penerangan ruangan yang memadai, sehingga terjadi perbedaan yang dratis antara cahaya layar monitor dengan lingkungan sekitar. Selain itu penggunaan tampilan warna-warni secara kontras pada layar monitor juga mengakibatkan retina bekerja lebih ekstra sehingga mudah lelah.

3. Posisi tubuh yang salah

Keseriusan bekerja atau bermain menggunakan komputer terkadang tanpa disadari posisi badan cenderung tegang mematung dan tidak rileks sehingga mengakibatkan peredaran darah tidak lancar.
Sekalipun CVS ini tidak bersifat permanen dan akan sembuh dengan sendirinya setelah tidur beberapa saat, namun gangguan penglihatan ini dapat menjadi masalah serius tatkala gejala yang timbul diabaikan begitu saja dengan alasan asyik bermain komputer atau adanya tuntutan pekerjaan kantor yang harus rampung. Apalagi hal ini berlangsung lama, sampai berbulan-bulan maka akan berdampak terhadap penurunan kemampuan penglihatan seseorang.


Kiat Mencegah

Agar terhindar dari gangguan CVS sebaiknya ketika bermain atau bekerja dengan komputer diupayakan jangan merasa pelit untuk mengedipkan mata agar bola mata tetap lembab. Karena mengedipkan mata bersifat refleks, maka untuk menghindari bola mata menjadi kering jika perlu teteskan air mata buatan atau artificial tears 1-2 tetes setiap hari.

Setiap kali bekerja menggunakann selama 2 jam sebaiknya mengistirahatkan diri 5-15 menit dengan sekadar meregangkan otot badan dan saraf mata dengan berjalan-jalan di sekeliling ruangan atau mencermati pemandangan di luar.

Mengatur jarak antara layar monitor dengan mata secara ideal yakni minimal 50-75 cm tergantung ukuran monitor, semakin lebar layar monitor semakin besar pula pancaran sinar radiasi yang akan menimpa mata.

Sebaiknya jangan meletakkan monitor di depan atau dibelakang jendela yang menghantarkan sinar matahari secara langsung, karena hal ini akan membuat retina menjadi cepat lelah saat bekerja karena harus menyesuaikan dua sinar cahaya sekaligus yang masing-masing berbeda kekuatan sinar cahayanya. Selain itu, sinar matahari dari arah belakang akan membuat layar monitor memantulkan cahaya sehingga menyilaukan mata.

Lampu penerangan ruang komputer sebaiknya tidak berada tepat di depan atau di atas kepala karena hal itu akan membuat pengguna komputer selalu memicingkan mata. Jika ternyata lampu penerangan tidak mungkin untuk dipindahkan, maka kenakanlah topi golf agar pandangan tidak menjadi silau.
Di samping itu, layar monitor sebaiknya terletak 10-25 cm lebih rendah dari pandangan matase cara tegak lurus ke depan sehingga dengan demikian leher tidak mudah pegal saat bekerja.

Hal terakhir yang tak kalah pentinya adalah dengan memasang filter pada layar monitor. Alat ini di samping mampu menangkal sinar radiasi yang terpancar dari layar monitor, dapat juga berfungsi mengurangi pedar cahaya monitor yang terlalu kuat.Konsumsi vitamin A agar mata tetap dalam kondisi baikdansegera periksa ke dokter mata bila terjadi gangguan mata.(11)


Oleh AV. Rudy Setia Aji
AV. Rudy Setia Aji, Berkarya di ASMI Santa Maria Yogyakarta
 http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/08/05/119364/Mewaspadai-Computer-Vision-Syndrome