Waspada Asupan Gula Pasir Berlebih...!

Asupan gula berlebih di dalam tubuh bisa mengarah pada perkembangan sindroma metabolik. Kondisi ini pada akhirnya bakal menambah risiko hipertensi, diabetes serta penyakit jantung.

American Heart Association (AHA) mengeluarkan daftar ragam gula. Berbagai yang terkenal antara lain gula jagung serta gula pasir alias gula tebu. Tidak sedikit yang menyebut gula pasir yang adalah sukrosa lebih aman dibandingkan gula jagung yang adalah fruktosa.

Fruktosa mempunyai struktur lebih sederhana dibandingkan sukrosa. Ini artinya, gula jagung lebih mudah diserap tubuh jadi lebih cepat menaikkan kadar gula dalam darah. Terus sederhana strukturnya, terus mudah terserap tubuh.

Waspada Asupan Gula Pasir Berlebih

Meski begitu, Lustig masih memeringatkan bahaya gula apabila dikonsumsi berlebih, apapun bentuknya. “Gula dalam bentuk fruktosa maupun sukrosa sama-sama tidak baik serta berbahaya untuk kesehatan. Sama-sama racun bagi tubuh,” ujarnya.

Tahun 1956 Thomas L. Cleave, dokter pakar robek menemukan bahaya mengonsumsi gula pasir (dan terigu). Ia kemudian menjuluki The Saccharine Disease untuk penyakit yang muncul dampak tidak sedikit mengonsumsi gula pasir. Gangguan usus (diverticulitis), kanker usus besar, gangguan pembuluh balik tungkai serta wasir, serta tidak sempat kenyang, tahap dari adat mengonsumsi gula pasir serta semua tipe makanan karbohidrat yang diolah pabrik (refined diet), tergolong gula pasir serta terigu.

Makanan karbohidrat yang diolah telah kehilangan sebagian besar serat (fiber), tidak hanya kehilangan pula vitamin serta mineral yang tubuh perlukan. Terigu terbuat dari bahan alam (gandum). Sama semacam beras, dampak kelewat disosoh, kulit ari bahan jelai yang kaya bakal vitamin-mineral tersebut terbuang, serta dijadikan makanan ternak. Yang sama terjadi pada kulit ari padi alias bekatul. Terus putih terigu serta beras, terus miskin gizinya.

Lama seusai itu bermunculan temuan, bahwa adat makan karbohidrat olahan yang ikut menyokong bermunculannya penyakit-penyakit degeneratif. Faktor itu sejalan dengan konsumsi gula pasir dunia yang meningkat puluhan kali lipat.

Penyakit dampak ketidak lebihan asupan serat meningkat. Demikian pula penyakit kantung empedu, penyakit usus, tidak hanya penyakit pembuluh darah serta jantung. Konsumsi ketidak lebihan serat berkaitan juga dengan penyakit dampak lemak darah yang tinggi serta hipertensi.

0 Response to "Waspada Asupan Gula Pasir Berlebih...!"

Poskan Komentar